TpG0BSMpGfr7TSMiTfAiBUO6

Dari Jual Jam Tangan Hingga Batu Akik Kini Enal Geluti Usaha Kedai Kopi



SELATPANJANG, JURNAL SUMATERA

Berbagai usaha telah dilakoni. Mulai dari jual beli jam tangan,  jual beli batu akik, hingga kini menjadi pengusaha kedai kopi. Itulah perjalanan wirausaha yang dijalani pria yang akrab disapa Enal.


Kepada media ini, Kamis (17/9/2026), Enal menceritakan jatuh bangunnya dalam dunia usaha. Baginya, kunci utama dalam berbisnis adalah keseriusan, kegigihan, dan yang paling penting adalah kejujuran.


"Setiap usaha harus dijalani dengan serius, tidak ada kata menyerah. Saya pernah berbisnis jual beli jam tangan dan batu akik, untungnya sangat lumayan," ujar Enal.


Menurutnya, kejujuran adalah modal utama yang tidak bisa ditawar. Setiap barang yang diperjualbelikan harus dalam kondisi baik agar pembeli merasa puas. Prinsip itulah yang ia pegang teguh saat masih menggeluti bisnis otomotif.


"Seperti jam tangan  misalnya, sehingga pembeli merasa puas. Begitu juga jual beli batu akik, dari ratusan ribu sampai jutaan bahkan puluhan juta, tergantung jenis batu akiknya," jelasnya.


Kini, Enal merambah usaha baru dengan membuka kedai kopi di Jalan Rintis, Selatpanjang. Pemilihan usaha kedai kopi bukan tanpa alasan. Ia melihat budaya masyarakat Selatpanjang yang sangat lekat dengan tradisi minum kopi.


"Karena kita tahu dari sejak dulu, orang kita Selatpanjang apapun bentuk yang mau dibicarakan semuanya akan dibicarakan atau sekedar kongko-kongko itu selalu di dalam kedai kopi," ungkapnya.


Ia menambahkan, fenomena menjamurnya kedai kopi di Selatpanjang tidak membuatnya gentar. Justru hal itu membuktikan bahwa pangsa pasar penikmat kopi di kota ini sangat besar dan tidak pernah sepi pengunjung.


"Bisa kita lihat bersama di Selatpanjang ini banyak kedai kopi, namun tidak pernah sepi pengunjung, karena para pengunjungnya rata-rata adalah penikmat kopi," tuturnya.


Selain menjanjikan dari segi ekonomi, usaha kedai kopinya juga memiliki dampak sosial. Dengan membuka kedai kopi, ia turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.


"Untuk itulah saya buka usaha kedai kopi, di samping menjanjikan juga bisa mempekerjakan yang lainnya sebagai karyawan. Setidaknya walaupun satu dua orang karyawan yang bekerja di kedai kopi saya, setidaknya bisa mengurangi pengangguran," tutupnya.**""(Karim)

HOT ... Pembaca

Type above and press Enter to search.