TpG0BSMpGfr7TSMiTfAiBUO6

Anasril Bantah Ancam Kades Sungai Tonang, Sebut Yeni Rahman yang Provokasi Warga Demo Dapur MBG


KAMPAR, JURNAL SUMATERA

Ketegangan antara Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Anasril, dengan Kepala Desa (Kades) Sungai Tonang, Yeni Rahman, memasuki babak baru. Anasril secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya melakukan pengancaman terhadap sang Kades terkait status PPPK. Sebaliknya, Anasril justru menyebut Yeni Rahman yang melakukan provokasi dengan mengancam akan mengerahkan massa untuk mendemo dan merusak aset negara.


Anasril mengklarifikasi bahwa pernyataan yang ia sampaikan bukanlah ancaman, melainkan peringatan keras demi menjaga aset negara. Hal ini menyusul pernyataan Kades yang diduga ingin menggerakkan warga ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


"Saya tidak mengancam. Justru Kades yang memberikan ancaman kepada Mitra BGN karena diduga menjadi provokator dengan menyebut akan membawa masyarakat demo di SPPG Sungai Tonang. Karena dapur adalah aset negara, saya ingatkan jika terjadi perusakan, maka akan ditempuh jalur hukum," tegas Anasril.


Persoalan Status PPPK dan Regulasi

Terkait isu pemberhentian status PPPK yang ditudingkan kepadanya, Anasril menjelaskan bahwa dirinya hanya mempertanyakan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Berdasarkan regulasi, pengangkatan PPPK mensyaratkan minimal dua tahun masa honorer, sementara Yeni Rahman saat ini menjabat sebagai Kepala Desa.


"Jika dia ikut terdata sebagai honorer sementara menjabat Kades, tentu ada regulasi yang diduga dilanggar. Hal ini pun sudah dimediasi oleh Dinas Sosial dan tim Tagana, di mana akhirnya Yeni Rahman membuat pernyataan mengundurkan diri dari PPPK-nya. Ini fakta yang akan kita telusuri lebih jauh," tambahnya.


Kronologi Cekcok Mesin Vacuum Dapur

Perselisihan ini dipicu oleh desakan Kades Yeni Rahman mengenai teknis pengadaan alat dapur, khususnya mesin vacuum plastik. Anasril menilai Kades terlalu dalam mencampuri urusan internal dapur yang sudah memiliki standar verifikasi dari BGN Pusat.


Dalam percakapan telepon dan WhatsApp yang terjadi pada sore hari menjelang berbuka puasa, Kades mendesak penambahan alat dapur dengan nada yang dianggap memerintah, meskipun Anasril sudah menjelaskan perbedaan antara alat primer dan sekunder.


"Beliau mendesak saya menelpon Kepala SPPG (Ulul) saat itu juga. Padahal urusan teknis adalah wewenang staf yang ditugaskan BGN, mulai dari ahli gizi hingga akuntan. Saya sebagai Mitra tidak bisa mengintervensi kinerja mereka sembarangan," jelas Anasril.


Siap Tempuh Jalur Hukum

Puncak ketegangan terjadi saat Kades Yeni Rahman melontarkan ancaman akan membawa warga untuk merusak dapur. Anasril menyatakan memiliki bukti dan dua orang saksi yang mendengar langsung pernyataan provokatif tersebut.


"Sangat disayangkan seorang Kepala Desa justru memprovokasi warga untuk merusak fasilitas negara. Kami punya saksi dan bukti kuat terkait hal ini," tutupnya.


Sementara itu sampai berita ini diterbitkan Redaksi Kepala Desa Sungai Tonang Belim dapat di konfirmasi.****(RL/Tim). 

Type above and press Enter to search.