PEKANBARU, JURNAL SUMATERA
Tren kasus kebakaran bangunan di Kota Pekanbaru menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 247 kasus kebakaran terjadi sepanjang tahun 2025, yang juga merenggut korban jiwa dan luka-luka.
Tingginya angka kebakaran ini tidak hanya berdampak pada kerugian materi, namun juga keselamatan warga. Berikut rincian dampak kebakaran selama setahun terakhir dengan total Kebakaran: 247 Kasus, Korban Meninggal Dunia: 7 Orang, Korban Luka-luka: 30 Orang.
Berdasarkan fluktuasi bulanan, puncak kasus terjadi pada Juli dan Oktober dengan masing-masing 31 kasus. Sementara itu, angka terendah tercatat pada Januari, Maret, dan April dengan masing-masing 14 kasus.
Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengungkapkan bahwa kombinasi suhu udara yang tinggi dan kondisi infrastruktur listrik yang usang menjadi pemicu utama bencana ini.
”Memasuki akhir Januari ini kita mulai masuk musim panas. Kejadian kebakaran banyak dipicu oleh panas yang cukup tinggi dan jaringan listrik yang sudah tua. Akibatnya sering terjadi arus pendek,” ujar Markarius.
Menyikapi situasi ini, Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, terutama pemilik bangunan lama. Warga yang menempati rumah dengan usia di atas 20 tahun sangat disarankan untuk Melakukan peremajaan instalasi listrik secara menyeluruh. Tidak menunggu terjadinya korsleting atau arus pendek untuk melakukan perbaikan. Meningkatkan kewaspadaan ekstra saat memasuki puncak musim panas.
Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan kebakaran di tahun 2026 dan menghindari adanya korban jiwa tambahan.***
