KAMPAR, JURNAL SUMATERA
Bupati Kampar yang di wakili oleh Penjabat Sekratris Daerah, Dr. Ardi Mardiansyah.S.Stp.M.Si pimpin rapat persiapan lounching gerakan zakat, infak dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Kampar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kampar Bangkinang Kota, Selasa (3/3).
Turut hadir dalam rapat ini di antaranya Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Tengku Said Hidayat.S.Stp.M.Ip, Kepala Dinas Kominfo Lukmansyah Badoe.S.Sos.M.Si, Ketua Baznas Purwadi.SP.M.Si, Perwakilan Kepala OPD, Kepala Bagian Kesra Jalal Syauti, Plt Kepala Bagian Ekonomi Purwoko dan Kepala Bagian Prokipim Yorin Efendi.S.Stp.MH.
Penjabat Sekratris Daerah, Dr. Ardi Mardiansyah.S.Stp.M.Si menekankan bahwa gerakan zakat, infak dan sedekah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Kabupaten Kampar. Ia menyampaikan bahwa Baznas memiliki peran vital dalam mengelola dana umat agar tepat sasaran, transparan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang kurang mampu.
“Gerakan ini harus menjadi momentum kebangkitan kepedulian sosial di Kabupaten Kampar. Kita ingin memastikan bahwa zakat, infak dan sedekah yang dihimpun benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan, sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan,” tegas Ardi.
Kabupaten Kampar dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi zakat cukup besar, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam dan memiliki tradisi kuat dalam berinfak serta bersedekah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Melalui gerakan ini, Pemerintah Daerah bersama Baznas berupaya mengonsolidasikan kekuatan umat agar lebih terarah dan terukur.
Gerakan zakat, infak dan sedekah diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, hingga masalah kesehatan masyarakat. Dengan adanya pengelolaan yang profesional, dana ZIS dapat menjadi instrumen pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam penutup rapat, Pj.Sekda menyampaikan harapan besar agar seluruh elemen masyarakat, baik ASN, tokoh agama, maupun masyarakat umum, serta perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar dapat berpartisipasi aktif dalam gerakan ini. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa zakat, infak dan sedekah bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial.
“Launching ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah gerakan besar. Kita ingin menjadikan Kampar sebagai contoh daerah yang sukses dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara modern, transparan, dan akuntabel,” tutupnya.***(Asril).
