KAMPAR, JURNAL SUMATERA
Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si, menghadiri pertemuan monitoring dan peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia (Kemenko RI Pangan). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kampar pada Rabu (29/4) ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta evaluasi strategis ketahanan pangan daerah agar selaras dengan kebijakan nasional.
Hadir mendampingi Wakil Bupati, di antaranya Muhamad Mawardi, S.Pt., MT (Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan RI), Drs. Muhammad, M.Si (Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan), Dr. Yuli Usman, M.Ag (Kepala Dinas Ketahanan Pangan), Sejumlah jajaran Kepala Dinas terkait, perwakilan Bulog Kampar, serta pimpinan wilayah perbankan (Riau dan Kepri).
Optimalkan Potensi Agraris Kampar
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Misharti menegaskan bahwa Kabupaten Kampar memiliki posisi tawar yang kuat sebagai lumbung pangan di Provinsi Riau berkat sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang melimpah.
“Potensi besar ini harus dikelola dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Kehadiran Tim Kemenko RI Pangan adalah bukti nyata perhatian serius pusat terhadap Kampar,” ujar Misharti.
Fokus pada Stabilitas Harga dan Infrastruktur Pangan
Agenda pertemuan mencakup pemaparan kajian kondisi pangan di Kampar, mencakup ketersediaan komoditas hingga progres pembangunan Sentra Pengolahan Padi dan Gandum (SPPG) serta Koperasi Merah Putih. Diskusi juga menyoroti pengendalian harga bahan pokok seperti beras dan minyak goreng.
Misharti menekankan pentingnya akses pangan murah bagi masyarakat desa. “Stabilitas harga adalah prioritas. Kami siap mendukung penuh langkah Kemenko RI Pangan untuk memastikan warga mendapatkan harga yang wajar,” tegasnya.
Peninjauan Lapangan dan Evaluasi
Selain diskusi teknis, Tim Kemenko RI Pangan melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik SPPG di wilayah Bangkinang dan sekitarnya guna memverifikasi akurasi data lapangan. Atas komitmen tersebut, tim pusat memberikan apresiasi dan menilai Kampar berpotensi menjadi daerah percontohan pengelolaan pangan berbasis teknologi dan masyarakat.
Harapan Hilirisasi Sektor Perikanan
Menutup pertemuan, Dr. Misharti menyampaikan aspirasi strategis kepada pemerintah pusat terkait potensi besar ikan patin di Kabupaten Kampar. Ia berharap pemerintah pusat dapat mendukung pembangunan pabrik pengolahan ikan di Kampar.
“Kita ingin Kampar tidak hanya swasembada, tapi juga berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional. Hasil monitoring ini harus berlanjut menjadi program nyata yang menyentuh masyarakat luas,” tutupnya dengan optimis.
Pertemuan yang berlangsung hingga sore hari tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan isu pangan sebagai agenda strategis nasional yang dikelola secara kolektif dan transparan.***(Adv/Asril).

