KAMPAR, JURNAL SUMATERA
Pemerintah Kabupaten Kampar meluncurkan inisiatif baru dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan efisien. Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT bersama Wakil Bupati Kampar, Hj. Misharti, S.Ag., M.Si, memimpin langsung aksi Gerakan Jumat Bersepeda dan Sepeda Motor, Jumat pagi (8/5).
Kegiatan ini bukan sekadar olahraga bersama, melainkan bagian dari strategi besar transformasi budaya kerja, penghematan energi, sekaligus pengawasan terhadap sistem kerja aparatur di lingkungan Pemkab Kampar.
Disiplin dan Keteladanan Aparatur
Dalam arahannya, Bupati Ahmad Yuzar menekankan bahwa perubahan budaya kerja harus dimulai dari pucuk pimpinan sebagai bentuk keteladanan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN).
"Transformasi budaya kerja harus dimulai dari kedisiplinan dan keteladanan aparatur pemerintah. Penerapan pola kerja yang sehat, produktif, dan hemat energi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Ahmad Yuzar.
Selain mendorong gaya hidup sehat, penggunaan sepeda dan motor dalam kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai kampanye penghematan energi dan pengurangan emisi di lingkungan perkantoran.
Optimalkan WFH Tanpa Kurangi Kualitas Layanan
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Kampar Hj. Misharti menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kekompakan antarpegawai. Di sisi lain, ia juga menyoroti efektivitas sistem Work From Home (WFH) yang sedang diterapkan di beberapa instansi.
“Kegiatan ini memastikan pelaksanaan WFH tetap berjalan optimal. Kita ingin memastikan bahwa meskipun bekerja secara fleksibel, kualitas pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama dan tidak berkurang sedikit pun,” ujar Misharti.
Sidak Kedisiplinan ke Kantor Perangkat Daerah
Usai melakukan konvoi sepeda dan motor, Bupati dan Wakil Bupati tidak langsung mengakhiri kegiatan. Keduanya melakukan peninjauan mendadak (sidak) ke sejumlah kantor perangkat daerah.
Tujuan utama peninjauan ini meliputi Monitoring Kehadiran, Memastikan pegawai tetap disiplin meski dalam skema kerja dinamis, Efektivitas Pelayanan, Mengecek apakah transisi budaya kerja baru menghambat pelayanan masyarakat dan evaluasi Fasilitas Memastikan kantor pendukung sistem WFH memiliki infrastruktur yang memadai.
Gerakan ini diharapkan dapat menjadi rutinitas yang membangun mentalitas kerja baru bagi seluruh pegawai di Kabupaten Kampar; yakni kerja yang disiplin, enerjik, dan peduli terhadap lingkungan.***(Adv/Asril).


