Perkembangan suatu daerah tentu tidak lepas dari letak yang strategis. Hal itulah yang terjadi pada kawasan Jalan Banglas dan Jalan Dorak di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Jika dilihat hari ini, kedua ruas jalan tersebut merupakan kawasan terbaik, ramai, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun, siapa sangka, di balik kemegahannya saat ini tersimpan sejarah perjuangan warga yang penuh peluh.
Dahulu, kondisi Jalan Banglas dan Jalan Dorak sangat memprihatinkan. Jika hujan deras mengguyur, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur tanah merah yang sangat becek dan sulit dilalui.
Namun, kekompakan warga menjadi kunci. Masyarakat Jalan Banglas dan Jalan Dorak mengakali kondisi tersebut dengan menyusun batang kelapa di sepanjang ruas jalan. Susunan batang kelapa itulah yang menjadi titian darurat bagi warga untuk mengelak dari lumpur.
Dari batang kelapa itulah masyarakat meniti untuk mengelak lumpur tanah redang, susunan batang kelapa tersebut sepanjang jalan," ungkap warga.
Jika dari Jalan Banglas menuju pasar, susunan batang kelapa tersebut tersusun rapi sampai ke perbatasan Simpang Jalan Kartini. Sementara dari Jalan Dorak, titian batang kelapa itu bahkan lebih panjang, membentang sepanjang jalan hingga berakhir di pemukiman warga yang paling ujung.
Seiring berjalannya waktu, transformasi besar terjadi. Berkat pembangunan dan perhatian pemerintah, kini Jalan Banglas dan Jalan Dorak menjelma menjadi jalan terbaik di Selatpanjang.
Perubahan paling mencolok terlihat di Jalan Banglas yang kini dipenuhi bangunan ruko modern dan pemukiman warga yang padat. Sementara Jalan Dorak berkembang menjadi kawasan perkantoran dan pemukiman elit yang tertata rapi.
Tentu perkembangan pesat ini tidak lepas dari letak strategis kedua jalan tersebut. Jika dahulu daerah ini tak pernah dilirik oleh siapapun, kini kondisinya berbalik 180 derajat. Kawasan ini justru menjadi incaran utama para pedagang dan pengusaha.
Kini, di sepanjang Jalan Banglas dan Jalan Dorak dengan mudah kita temui berbagai usaha yang tumbuh subur, mulai dari yang akan membuka supermarket, toko bangunan, toko baju, kedai kopi, rumah makan, hingga berbagai jenis usaha lainnya.
Transformasi dari titian batang kelapa menjadi pusat ekonomi ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kekompakan warga dan pembangunan yang tepat sasaran, sebuah daerah bisa menjadi primadona baru perekonomian Kota Selatpanjang.*****(Karim)
