TpG0BSMpGfr7TSMiTfAiBUO6

Dari “Sijabrik” Pasar Ke Mimbar Masjid: Kisah Transformasi Arif Rahman, Ketua dan Imam Masjid Amaliyatul Muttaqin


PERBAUNGAN, JURNAL SUMATERA

Narasi perubahan sosial sering kali lahir dari proses panjang perjuangan, kerja keras, dan keteguhan iman. Salah satu potret nyata dari transformasi tersebut hadir dari sosok Arif Rahman, pria yang dahulu dikenal luas dengan julukan "Sijabrik" karena rambut panjang di belakangnya. 


Julukan itu melekat erat saat ia menghabiskan masa mudanya di dunia pasar. Dunia yang keras, adu otot, dan penuh tantangan itu sudah menjadi bagian dari keseharian Arif, baik di kampung halamannya maupun di perantauan.


Kini, lembaran hidup Arif Rahman telah berubah total. Dari seorang pedagang keliling yang berpindah dari satu pasar ke pasar lain, ia menjelma menjadi seorang pengusaha dan tokoh agama yang dipercaya masyarakat sebagai Ketua dan Imam Masjid Amaliyatul Muttaqin.


MERANTAU DENGAN BEKAL SEMANGAT DAN PENGALAMAN PASAR

Dalam wawancara singkat bersama _Jurnal Sumatera_, Senin 31/8/2026, Arif mengenang awal perjalanannya. Tahun 2008, dengan bekal pengalaman berdagang di pasar, ia memberanikan diri merantau ke Medan untuk mengadu nasib. 


“Waktu itu saya jualan pakaian,  Pindah-pindah ngikut hari pasar atau pekan. Hidup keras, tapi itu jadi motivasi saya untuk maju dan harus berhasil,” ungkap Arif.


Semangat pantang menyerah itu akhirnya membuahkan hasil. Kegigihan Arif dalam berdagang perlahan mengangkat derajat ekonominya. Kini ia telah memiliki rumah pribadi, beberapa aset berupa toko tempat usaha, serta sejumlah kendaraan. 


Keberhasilan itu, menurutnya, tidak lepas dari peran besar seorang wanita hebat di belakangnya, yakni sang istri, Rina. “Istri saya itu penyemangat utama. Tanpa dukungan beliau, mungkin saya tidak akan sampai di titik ini,” tuturnya.


AKAR PENDIDIKAN AGAMA DAN PANGGILAN MENJADI IMAM

Menariknya, meskipun dikenal sebagai "anak pasar" yang kesehariannya berhadapan dengan kerasnya persaingan ekonomi, Arif sejatinya memiliki pondasi pendidikan agama yang kuat. Ia merupakan alumni Madrasah Aliyah Negeri I Padang.


Latar belakang pendidikan itulah yang akhirnya mengantarkannya pada amanah baru di tengah masyarakat. Kepercayaan masyarakat Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedage begitu besar kepadanya. Saat ini Arif Rahman dipercaya menjabat sebagai Ketua Masjid Amaliyatul Muttaqin sekaligus menjadi Imam.


Bagi Arif, amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk mengabdi. “Tekad saya bagaimana Masjid Amaliyatul Muttaqin ini bisa makmur jemaahnya. Itu dimulai dari fasilitas masjid yang memadai untuk kenyamanan beribadah,” ujarnya.


Ia mengaku bersyukur atas kekompakan para pengurus masjid. Menurut Arif, semangat gotong royong menjadi kunci. "Alhamdulillah, selalu ada saja donatur yang berbagi sambil beramal untuk melengkapi kebutuhan masjid. Ini bukti bahwa Allah memudahkan jalan kalau niat kita untuk memakmurkan rumah-Nya," tutup Arif.


INSPIRASI: KERJA KERAS DAN IMAN BERJALAN BERIRINGAN

Kisah Arif Rahman menjadi cerminan bahwa perubahan status sosial tidak menghapus identitas, melainkan menyempurnakannya. Dari kerasnya dunia pasar yang mengasah mental dan etos kerja, hingga kehalusan budi di mimbar masjid yang menuntun jemaah.


Transformasi Arif membuktikan bahwa kerja keras di dunia dan pengabdian di akhirat dapat berjalan beriringan. Dari "Sijabrik" yang adu otot di pasar, kini menjadi "Arif Rahman" yang menuntun umat dengan ayat-ayat Tuhan.


Kisahnya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda di mana saja: bahwa tidak ada kata terlambat untuk berubah, dan bahwa kesuksesan sejati adalah ketika kita bisa bermanfaat bagi orang banyak.***(Karim)

HOT ... Pembaca

Type above and press Enter to search.