TpG0BSMpGfr7TSMiTfAiBUO6

Padahal Status Masih Saksi, Karena Panik Tertipu 70 juta


SELATPANJANG, JURNAL SUMATERA

Ada-ada saja, modus penipuan sehari setelah Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti menggeledah Kantor Bupati, salah seorang dari 13 saksi perkara dugaan korupsi BBM dan mobil dinas Setda TA.  2024, malah menjadi korban penipuan.


Korban, tertipu Rp70 juta oleh oknum yang mencatut nama jaksa dengan mengaku sebagai "Kiki Jaksa".


Modus pelaku licik. Memanfaatkan momen pasca penggeledahan Selasa (8/9/2026) di Bagian Umum Setda. Pelaku mengirimkan foto-foto saat penggeledahan untuk meyakinkan korban, seolah-olah dia bagian dari tim penyidik.


Diduga karena panik, korban langsung transfer 3 kali: Rp25 juta, Rp20 juta, dan Rp25 juta. Total Rp70 juta, Rabu (9/9/2026).


Padahal, kalau dicermati, untuk apa harus tergesa-gesa?


1.  Status Masih masih sebatas saksi,  

Kasi Pidsus Kejari Meranti, Muhammad Ulinnuha, S.H., sendiri menyebut penyidikan masih berjalan. Sudah 13 saksi diperiksa. Kerugian negara masih dihitung ahli. Belum ada penetapan tersangka sama sekali.


Artinya, pemeriksaan sebagai saksi adalah hal biasa dalam proses hukum. Hadapi dan jalani saja sesuai fakta. Tidak perlu panik, apalagi sampai menyerahkan uang.


2.  APH Harus Profesional Tanpa Tekanan

Aparat Penegak Hukum menjalankan fungsi harus profesional, tanpa tekanan dan tanpa jual-beli perkara. Saksi yang kooperatif justru membantu proses penyidikan jadi terang.


Jika memang ada permintaan uang mengatasnamakan jaksa, sudah pasti itu penipuan. Kejari Meranti sudah menegaskan.


Perlu kami tegaskan bahwa kami tidak meminta uang dalam hal apa pun. Jika ada yang mengatasnamakan jaksa, diminta segera mengonfirmasikan kepada kami," tegas Ulinnuha, Rabu (9/9/2026).


Ia membenarkan korban adalah salah satu saksi dalam perkara dugaan korupsi pertanggungjawaban perawatan suku cadang kendaraan dinas dan pengadaan BBM-pelumas Setda Meranti TA 2024.


Pelajaran Penting:

Kasus ini jadi alarm untuk semua pihak, baik pejabat, ASN, maupun rekanan. Jangan mudah kelabakan saat dipanggil sebagai saksi.


Jika ada telepon atau WA mencurigakan yang mengatasnamakan jaksa dan meminta transfer, langkah paling benar adalah:


Datang langsung atau hubungi Kantor Kejari Kepulauan Meranti untuk memastikan. Jangan transfer sebelum konfirmasi.


Panik justru membuat kita jadi korban kedua. Korban penipuan di atas dugaan korupsi yang sedang disidik.***(Karim)

HOT ... Pembaca

Type above and press Enter to search.